Ramalan jayabaya togel hari ini Paling Seru

Ramalan jayabaya togel hari ini Paling Seru

Komentar Pembaca Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami. Raja Jayabaya sudah memprediksi sejak dulu bahwa pulau Jawa akan banyak digenangi toegl. Sing culika mulya, sing jujur kojur yang mencuri ramalan jayabaya togel hari ini, yang jujur hancur iini Raja Jayabaya juga banyak memberikan perlambang dan sindiran yang bisa dibuktikan hingga sekarang, contohnya fenomena seks bebas yang hingga kini masih sering terjadi di masyarakat. Wong wadon menganggo lanang wanita berpakaian pria. Selain memprediksi munculnya teknologi pesawat terbang dan kereta api, dalam Kitab Jangka Jayabaya juga mengatakan akan maraknya fenomena orang-orang tergila-gila dengan pesugihan karena malas ramalan jayabaya togel hari ini bekerja mencari uang. Manungsa pating galuruh, akeh kang nandang lara manusia visit web page gemuruh berteriakbanyak yang terkena penyakit 4.


Zaman Kalatirto atau zaman air, di Jawa sering terjadi banjir karena Sang Hyang Raja Kano yang bertahta di Negara Purwocarito sering menata batu angka mimpi banjir togel untuk membendung kali dan bengawan. Wong wadon nunggang jaran perempuan naik kuda 2. Mereka percaya orang kate itulah para Ajyabaya Jepang. Akeh wong wadon ngedol awake banyak wanita menjual dirinya 9. Hanya karya dan terjemahan ramalan jayabaya togel hari ini bahasa Indonesia yang diperbolehkan di Wikisource. Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis jqyabaya. Perlambang tersebut mengatakan - Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin, luwih utama ngapusi.


Banyak yang percaya dan meyakini dengan ramalan tersebut. Hal ini karena pemimpin di negeri ini sesuai dengan apa yang ditulis Jayabaya, yakni Notonogoro. Namun selain Notonogoro, Raja Kediri ini juga memiliki beberapa ramalan lainnya. Ramalan itu pun diyakini dan benar-benar terjadi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Prof Arysio Santos, Ph. D dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Found disebutkan atlantis adalah negeri tropis yang berlimpah mineral dan kekayaan hayati.

Namun segala kemewahan itu lenyap tersapu bencana maha besar yang memisahkan Jawa dari Sumatera, menenggelamkan lebih dari separuh wilayah nusantara. Kejadian itu diperkirakan pada Di Jawa yang saat itu masih menyatu dengan pulau-pulau lain mengalami perubahan, yakni terpecah menjadi pulau-pulau kecil," kata Ki Tuwu saat berbincang dengan merdeka. Raja Jayabaya juga banyak memberikan perlambang dan sindiran yang bisa dibuktikan hingga sekarang, contohnya fenomena seks bebas yang hingga kini masih sering terjadi di masyarakat.

Dalam Kitab Jangka Jayabaya pernah diungkapkan bahwa nanti akan banyak kaum laki-laki dan perempuan yang akan kehilangan rasa hormat sampai rasa malu. Artinya banyak perempuan hilang rasa malunya dan banyak laki-laki hilang kehormatannya.

Saya tidak mau mendahului kehendak Allah, namun ini sudah terbukti," kata Ki Tuwu. Yang terakhir Ki Tuwu menukil dari Jangka Jayabaya yakni akeh udan salah mangsa, akeh prawan tua, akeh randa nglairake anak, akeh jabang bayi lahir nggoleki bapake. Artinya banyak hujan turun bukan pada musimnya, banyak perawan tua yang terlambat menikah karena terlalu memilih-milih pasangan dan juga mementingkan karier. Banyak janda melahirkan anak akibat hubungan bebas dan banyak yang lahir mencari siapa ayahnya.

Kitab Jangka Jayabaya memprediksi akan terjadi praktik korupsi di tanah air yang dulu masih bernama Nusantara. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya pejabat yang haus akan kekuasaan dan melanggar sumpah-sumpah jabatannya.

Perlambang itu lain adalah, akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe artinya - banyak orang melanggar janji dan sumpah jabatan yang diartikan untuk para pejabat banyak dilanggar, misalnya hakim berkhianat, pejabat yang korupsi dan lain sebagainya. Akeh menungso mung ngutamakke duwit, lali kemenungsan, lali kebecikan lali sanak lali kadang Banyak manusia yang hanya mengutamakan uang, lupa perikemanusiaan, lupa kebaikan dan lupa saudara.

Menurut Ki Tuwu, dalam Kitab Jangka Jayabaya banyak mengeluarkan sindiran untuk kehidupan di masa depan seperti sekarang.

Jayabaya bisa memprediksi pasar rakyat yang biasanya ramai di pagi hari kini sudah tak bisa didengar lagi dalam radius 5 km. Beberapa sindiran tersebut antara lain, Mbesuk yen ana kereta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange.

Iku tanda yen tekane jaman Joyoboyo wis cedak. Sungai hilang kedungnya artinya kehilangan sumber air dan ini sudah terbukti, termasuk pasar hilang kumandangnya, di mana zaman dahulu pasar di pagi hari seperti suara lebah karena suara pedagang dan pembeli bisa terdengar di radius 5 km," kata Ki Tuwu. Dalam Kitab Jangka Jayabaya banyak mengeluarkan sindiran untuk kehidupan di masa depan seperti sekarang. Jayabaya bisa memprediksi akan muncul pesawat terbang dan kereta api. Seperti ungkapan Jaya Baya berikut: Mbesuk yen ana kereta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang, kali ilang kedunge pasar ilang kumandange.

Selain memprediksi munculnya teknologi pesawat terbang dan kereta api, dalam Kitab Jangka Jayabaya juga mengatakan akan maraknya fenomena orang-orang tergila-gila dengan pesugihan karena malas untuk bekerja mencari uang. Perlambang tersebut mengatakan - Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin, luwih utama ngapusi. Wegah nyambut gawe kepengen kepenak, ngumbar nafsu angkara murka, nggedekake duraka Banyak orang yang bekerja baik-baik merasa malu, lebih utama menipu.

Banyak yang malas bekerja tapi pengen kaya mencari pesugihan tumbal,red. Banyak orang mengumbar nafsu angkara murka dan memperbesar perbuatan durhaka. Ramalan ini benar-benar terjadi parah di pulau Jawa hingga kini. Raja Jayabaya sudah memprediksi sejak dulu bahwa pulau Jawa akan banyak digenangi banjir. Zaman itu disebut olehnya Zaman Kalatirto. Zaman Kalatirto atau zaman air, di Jawa sering terjadi banjir karena Sang Hyang Raja Kano yang bertahta di Negara Purwocarito sering menata batu besar untuk membendung kali dan bengawan.

Akeh wong wadon ngedol awake banyak wanita menjual dirinya 9. Akeh udan salah mangsa banyak hujan tidak pada musim nya Akeh prawan tuwa banyak perawan tua Akeh randa ngalairake anak banyak janda melahirkan anak Akeh jabang bayi nggoleki bapake banyak bayi mencari ayahnya Wong wodan ngalamar wong lanang perempuan melamar pria Wong lanang ngasorake, drajate dewe orang lelaki merendahkan derajatnya sendiri Akeh bocah kowar banyak anak terlantar Randa murah regane janda murah harganya Randa ajine mung sak sen loro janda harganya cuma satu sen dua Prawan rong sen loro perawan dua sen dua Dudo pincang payu sangang wong duda pincang berharga sembilan orang.

Zamane zaman edan jamannya jaman gila 1. Wong wadon nunggang jaran perempuan naik kuda 2. Wong lanang lungguh plengki orang lelaki duduk di pemerintahan 3. Wong bener tenger-tenger orang benar kebingungan 4. Wong salah bungah-bungah orang salah bersenang-senang 5. Wong apik ditampik-tampik orang baik terlunta lunta 6. Wong bejat munggah pangkat orang bejat naik pangkat 7.

Akeh dandhang diunekake kuntul banyak dandhang dikatakan kuntul 8. Wong salah dianggap bener orang salah dianggap benar 9. Wong lugu kebelenggu orang lugu terbelenggu Wong mulya dikunjara orang mulia dipenjara Sing culika mulya, sing jujur kojur yang mencuri mulia, yang jujur hancur Para laku dagang akeh sing keplanggrang para penjual banyak yang terhambat Wong main akeh sing ndadi orang berjudi semakin menjadi Linak lijo linggo lico, lali anak lali bojo, lali tonggo lali konco lupa anak lupa istri lupa tetangga lupa teman Duwit lan kringet mug dadi wolak-walik kertu uang dan keringat hanya menjadi bolak balik kartu Kertu gede dibukake, ngguyu pating cekakak kartu besar dibuka, ketawa cekakakan Ning mulih main kantonge kempes kalau pulang judi kantongnya kempes Krungu bojo lan anak nangis ora di rewes mendengar istri dan anak menangis tidak di pedulikan.

Abote kaya ngapa sa bisa-bisane aja nganti wong kelut,keli ing zaman kalabendu iku. Seberat apapun janganlah ikut, hanyut di jaman kalabendu itu Amargo zaman iku bakal sirna lan gantine yoiku zaman ratu adil, zaman kamulyan. Mula sing tatag, sing tabah, sing kukuh, ojo kepranan ombyak ing zaman Entenana zamane kamulyan zamaning ratu adil karena jaman itu akan berakhir dan gantinya yaitu jaman ratu adil, jaman kemuliaan. Makanya yang tegar, yang tabah, yang kuat, jangan senang hati terbawa arus jaman tunggulah jaman kemuliaan jaman ratu adil.

Karya ini merupakan ekspresi budaya tradisional yang hak ciptanya dipegang oleh negara Republik Indonesia.

Togel - Toto - HK - SDY - SGP - Macau - Syair HK - Syair SDY - Syair SGP